Sabtu, 02 Maret 2013

Pentingnya pengorbanan Mu

Ibu,,,,,,,,,
ARTI IBU

Dulu ada yang tanya waktu saya masih di pondok!
Betah yah di Pondok?apa enaknya? jauh dari kampung, jauh dari keluarga,
jauh dari kakak, jauh dari adik, Dari ayah dari Ibu, makanan seadanya, tidur seadanya, Hukuman bukan main, tak bebas keluar,tidak bisa liat ini dan itu, Hidup seperti di penjara, Hidup padahal Mati, Kenapa betah? 8 tahun dipondok apa enaknya?
Mending juga' dikampung, Bebas melakukan apa saja tanpa Pisah dari kebahagiaan itu!!

Aku tersenyum, sedikit tertawa!
Kawan, justru aku kasihan dengan mu
Anak merpati tak selamanya bersama dengan sang induk, ia harus terbang sendiri, berkelana, mencari dunianya sendiri, mencari makanannya sendiri, sang induk memberi makan hanya ketika ia masih kecil, ketika mulai tumbuh sang induk akan mulai mengajarkan anaknya terbang, setelah dewasa, sang Induk harus membiarkan anaknya terbang mencari dunianya sendiri, menaklukkan dunianya sendiri,sembari sang induk mengawasinya dari jauh!!!

Kenapa aku betah di pesantren?
Karena disanalah orang orang hebat kutemui, orang orang yang mengajarkanku arti hidup, mengajarkanku cara hidup, mengajarkanku menikmati hidup, mengajarkan hidup di dunia tidak semudah pandangan mata, ia keras dan tak tertebak,

Apakah aku tak merasakan kasih sayang saudara?
Disanalah arti persaudaraan kutemukan, menambah cintaku ke saudara kandung semakin besar, disana adikku tidak hanya satu, aku memiliki ratusan adik yang bisa kusayangi layaknya adikku, disana aku punya ratusan kakak yang bisa kuhormati layaknya kakakku sendiri, mengajarkanku arti persaudaraan sesungguhnya

Tidak merasakan kasih sayang ayah?
Disanalah kutemukan sosok ayahku, tidak hanya satu, tapi disetiap Guru ku kutemukan sosok ayahku, sosok yang tegas, mengawasiku, menasehatiku, membimbingku, memukul ketika aku salah dalam menjalani hidup, mengarahkanku ketika langkah yang kupilih melenceng dari langkah yang sebenarnya !!!

Tidak merasakan cinta kasih Ibu?
Kuceritakan satu hal, aku memiliki ibu kedua, pengganti ibuku di rumah, ia sering kami panggil Bunda, seorang wanita kuat yang setiap memandang wajahnya akan mengingatkanku pada ibuku, ia memiliki beberapa anak, tapi kasih sayangnya ke kami tak melebihi kasih sayangnya ke anaknya,ia bahkan mengaggap kami anak anaknya,
ia akan marah ketika kami sedang melakukan kesalahan seperti yang ibuku lakukan dirumah
Ia akan menasehatiku ketika aku sedikit saja membuat kesalahan,
yang keikhlasan nya mengajarkanku arti kasih sayang,kasih sayang yang tak hilang meski jauh dari orang tuaku,
cintakasih yang tulus tak tertandingi,
Seorang ibu yang ketika ia marah ia hanya akan diam, dan menghindari berbicara kepada kami
seorang ibu yang merangkap sekaligus ayah untuk anak-anaknya
seorang ibu yang ketika ia marah, aku memilih untuk pergi menjauh karena tak rela melihat beban yang sebenarnya ingin ia tumpahkan segera,
seorang ibu yang sepertiga malamnya tak pernah absen, aku malu sebagai anak muda tak bisa menyamai ibadahnya
sosok ibu yang ketika aku belajar ia akan memberi semangat,
yang ketika aku jatuh cinta ia akan menebaknya
yang ketika aku sedang lapar ia akan memanggilku makan layaknya anaknya sendiri,
Disaat aku sakit ia akan panik seperti paniknya Ibuku
menyayangiku tak pilih kasih,
sosok ibu yang akan ia minta aku memboncengnya ketika ingin pergi mengajar
menyuruhku menjemputnya ketika ingin pulang, menceritakan masalahnya, keluhan nya kepadaku layaknya aku sebagai anak sendiri baginya?
Apakah itu bukan kasih sayang Ibu untukmu kawan?

Ia yang ketika aku Ujian akhir, kulihat matanya yang tadinya cerah mulai redup, ia tersenyum, tapi hatinya berat melepasku,
sosok ibu yang ketika aku memeluknya air matanya ikut mengalir,
seorang ibu yang ketika kupilih untuk melanjutkan study keluar ia menangis layakanya tangisan ibu kandung ku,
Yang meminta maaf karena tak bisa mengantarku ke bandara,
Yang dari matanya kulihat mata ibuku sendiri
Ibu yang mengajarkanku cinta, mengajarkanku kasih sayang tak pernah hilang meski jauh dari orang tua,

Masih teringat jelas saat kupeluk ia untuk terakhir kalinya,
saat dengan lrih ku ucapkan "Ibu, Maafkan kesalahan anakmu selama ini, maafkan jika selalu membuat ibu marah di asrama, terima kasih untuk cinta yang kau berikan "
ia merangkulku erat, memelukku layaknya anaknya, mencium keningku seperti yang ia lakukan ke anaknya, membuatku tak ragu menyebutnya ibu kedua ku,
Masih teringat jelas ketika wajahnya yang lelah, tapi tetap kuat beraktifitas, mengurusi kami yang bukan siapa siapa tapi ia anggap anaknya sendiri!!

Kawan? Kasih sayang apalagi yang kau tanyakan?
8 tahun dipondok, tak sedetikpun aku kehilangan kasih sayang itu,
Justru kasih sayang itu BERTAMBAH !!

Ibu'. terima kasih untuk kasih sayang yang kau berikan selama ini
Terima kasih untuk mengisi hari hari kami dengan cinta
terima kasih untuk pelajaran hidup yang berharga
tak ternilai, yang sampai kapanpun tak bisa kubalas
Ibu, terima kasih untuk menjadikan aku anakmu
terimakasih telah menjadi Ibuku

Hari ini tepat ulang tahun mu!!
Sebuah isyarat cinta dari Allah
sebenarnya tak perlu waktu spesial untuk senantiasa mendoakan mu
Sayang kami hanya bisa dengan doa disetiap sujud kami
semoga Ibu senantiasa dalam lindngan nya
Hingga bisa tetap berbagi kasih sayang dengan kami anak anakmu
TERIMA KASIH IBU,MAAFKAN SEMUA KHILAF

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar